Wednesday, February 27, 2008

(Uji Produk) Air Live WMU-6500FS: Network Attached Storage (NAS) dengan Koneksi Nirkabel


Sebagai pendatang baru di kalangan produsen perangkat jaringan nirkabel, OvisLink terbilang cukup berani mengeluarkan produk NAS dengan fasilitas koneksi nirkabel.

Selain itu, produk ini menyediakan koneksi harddisk SATA maupun IDE (PATA). Pengguna harus melepas dahulu dua buah mur di panel belakang, mengeluarkan papan PCB dari rangka NAS, lalu memasang harddisk.

Sayangnya, WMU-6500FS baru menyediakan alokasi ruang untuk satu harddisk dan belum menyertakan dukungan konfigurasi harddisk RAID. Dengan demikian, jika pengguna membutuhkan kapasitas simpan yang besar, harus menggunakan satu harddisk yang kapasitasnya besar. Selain itu, beban kerja akan tertumpu pada satu harddisk. Sistem file yang diusung oleh NAS ini juga belum mendukung NTFS. Namun demikian, system file FAT, FAT32, termasuk EXT3 (Linux) sudah didukung, sehingga pemakai sistem operasi Linux dapat lebih leluasa menggunakan NAS ini.


WMU-650 menyertakan dua buah port USB 2.0 pada bagian panel belakang sehingga pengguna yang ingin membagi-pakai file dalam USB Flashdisk atau flash memory card dapat melakukannya dengan mudah.

Soal download file dari internet, WMU-6500FS menyediakan perangkat lunak Download Agent. Administrator dapat mengatur bandwidth download sehingga tidak menguras bandwidth Internet. Jika hendak dibuat demikian, NAS ini harus dihubungkan dulu ke access point lain yang memiliki fungsi firewall dan router sehingga koneksi ke “dunia luar” (Internet) menjadi lebih aman.

WMU-6500FS menggunakan protokol Samba untuk menjalankan fungsi file sharing. Pada komputer pengakses yang menggunakan sistem operasi Windows, NAS akan dikenali lewat My Network Place dengan nama domain (workgroup) MShome. Dalam hal pengamanan nirkabel, WMU-6500FS menggunakan pengacakan (enkripsi) koneksi standar 64/128 bit WEP, WPA, dan WPA2.

Ketika diuji kecepatan transfer file lewat koneksi kabel, file video berukuran 50,224 MB selesai disalin ke komputer pengguna dalam waktu 39,30 detik. Sementara itu, ketika diuji kestabilan sinyal koneksi nirkabel menggunakan perangkat lunak NetIQ Chariot, terlihat kekuatan sinyal cenderung masih kurang stabil. Namun demikian, kecepatan transfer data selama pengujian sering berada di kisaran angka 25-26 Mbps. Kebanyakan access point yang bagus, troughput rata-ratanya ada pada kisaran angka 23-24 Mbps. Sebagai salah satu pelopor produk wireless NAS, hal ini kami pandang menjadi nilai tambah produk ini.

Kesimpulan
Fitur transfer file secara wireless pada WMU-6500FS terbilang sudah dapat mengimbangi (bahkan melebihi) kekuatan sinyal perangkat access point yang baik. Namun dalam hal kestabilan sinyal, masih perlu dimaksimalkan kualitasnya oleh produsen. NAS ini dapat menjadi solusi file storage dan file sharing server, menggantikan computer yang harus menyala terus-menerus.

Pengujian kinerja nirkabel dengan NetIQ Chariot
*Throughput (mbps)
Maksimal: 25,890
Minimal: 13,214
Rata-rata: 21,324
*Response Time(detik)
Maksimal: 6,054
Minimal: 3,090
Rata-rata: 3,751

Spesifikasi
*Standar:Dilengkapi teknologi Ultra Fast Turbo-G, kompatibel dengan IEEE 802.11g dan IEEE 802.11.
*Port:1 LAN Fast Ethernet, 2 USB 2.0
*Mode Operasi: Access Point,Access Point Client, WDS, WDS + Access Point
*Jangkauan sinyal: 100-300 meter
*Dimensi: 160 X 115 X 30 cm
*Bobot: 210 gram
*Kelengkapan: Power adapter, kabel power, CD dokumentasi, dudukan (tatakan), antena lepas-pasang.
*Garansi: 1 tahun
*Situs Web: www.airlive.com
*Harga kisaran:USD $ 150

0 komentar: